Alat Dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Batik

June 6, 2012|

Alat Dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Batik Adalah :

Kain Putih

Kain yang digunakan sebagai bahan batik pada awalnya adalah kain hasil tenunan sendiri. Kain putih import baru dikenal sekitar abad ke-19. Sekarang ini kain putih sangat mudah untuk kita dapatkan dengan harga terjangkau. Jenis kain yang dapat digunakan pun beraneka ragam, dari jenis kain mori sampai jenis sutera. Ukuran pun tidak harus lebar, cukup dengan ukuran kecil.

kain putih

Canting

Canting berfungsi semacam pena, yang diisi lilin malam cair sebagai tintanya. Bentuk canting beraneka ragam, dari yang berujung satu hingga beberapa ujung. Canting yang memiliki beberapa ujung berfungsi untuk membuat titik dalam sekali sentuhan. Sedangkan canting yang berujung satu berfungsi untuk membuat garis, lekukan dan sebagainya. Canting terdiri dari tiga bagian. Pegangan canting terbuat dari bambu. Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam, serta ujung yang berlubang sebagai ujung pena tempat keluarnya lilin malam.

gambar canting

Kompor dan Wajan

Sebelum digunakan, lillin malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor dan wajan. Kompor yang digunakan biasanya terbuat dari besi atau tanah.

wajan

Lilin

Ada berbagai jenis dari lilin yang digunakan dalam batik. Lilin yang umum digunakan untuk batik terdiri dari campuran lilin lebah, digunakan untuk sifat lunak, dan parafin, yang digunakan untuk kegemburan. Resin dapat ditambahkan untuk meningkatkan kerekatan dan lemak hewani menciptakan likuiditas yang lebih besar.

Lilin terbaik berasal dari pulau-pulau Indonesia di Timor, Sumbawa dan Sumatra. Resep campuran lilin sangat erat dijaga kerahasiaannya. Berbagai warna lilin memungkinkan untuk menyamarkan bagian yang berbeda dari pola melalui berbagai macam tahap. Wilayah yang lebih luas dari pola diisi dengan lilin yang lebih murah kualitasnya dan lilin kualitas yang lebih tinggi digunakan pada bagian desain yang rumit dan rinci.

Lilin harus disimpan di suhu yang tepat. Lilin yang terlalu dingin akan menyumbat cerat dari canting. Lilin yang terlalu panas akan mengalir terlalu cepat dan tak terkendali. Pembatik akan sering meniup canting  sebelum membatik diatas kain untuk membersihkan kotoran yang ada di ujung canting

batik lilin

Pewarna

Pewarna batik yang digunakan setiap daerah berbeda-beda. Pewarna tersebut berasal dari bahan-bahan yang terdapat di daerah tersebut. Di Kebumen misalnya,pewarna batik yang digunakan adalah pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning. Di Tegal digunakan pace atau mengkudu, nila, dan soga kayu.

Warna tradisional batik Jawa Tengah dibuat dari bahan alami dan terdiri terutama dari krem, biru, coklat dan hitam. Warna tertua yang digunakan dalam pembuatan batik tradisional adalah biru. Warna dibuat dari daun tanaman Indigo. Daun yang dicampur dengan gula molase dan kapur didiamkan semalam. Kadang getah dari pohon yang lebih tinggi ditambahkan untuk bertindak sebagai perubah warna. Biru terang diperoleh dengan mencelupkan kain di bak celup dalam waktu singkat. Untuk warna gelap, kain akan celupkan di bak celup selama berhari-hari dan mungkin ditenggelamkan hingga 8 – 10 kali sehari.

Dalam batik tradisional, warna terapan kedua adalah warna coklat disebut soga. Warna bisa berkisar dari kuning muda sampai coklat gelap. Pewarna berasal dari kulit pohon soga. Warna lain yang secara tradisional digunakan adalah warna merah gelap disebut mengkudu. Pewarna ini dibuat dari daun Morinda Citrifolia.

Warna akhir tergantung pada berapa lama kain direndam di bak celup dan seberapa sering kain dicelupkan. Pengrajin yang terampil dapat membuat banyak variasi warna-warna tradisional. Selain biru, hijau akan dicapai dengan pencampuran dengan biru kuning; ungu diperoleh dengan mencampur warna biru dan merah. Warna coklat soga dicampur dengan nila akan menghasilkan warna biru-hitam gelap.

pewarna batik

Related Posts

Final Image

Pola Sebaran Batik Nusantara terdiri atas beberapa wilayah berikut ini : Sumatera Di Pulau Sumatera, Mungkin Bengkulu, Jambi dan Palembang dahulu mempunyai sentra pembatikan sendiri, mengingat corak batiknya yang sangat khas. Meskipun demikian bukan rahasia bahwa batik di ketiga daerah itu banyak yang berasal dari jawa, terutama dari daerah pesisir seperti cirebon, Lasem dan Yogyakarta. […]

Final Image

Proses Pembuatan Batik Sebagai Berikut : Siapkan bahan baku kain yang akan digunakan. Biasanya kain mori yang masih putih bersih. Potong kain sesuai dengan kebutuhan. Basahi kain mori dengan larutan minyak kacang, soda abu, tipol dan air secukupnya dengan tujuan untuk menghilangkan kanji dari mori.Proses ini disebut¬†Mengetel. Kemudian mori diuleni. Setelah rata dijemur sampai kering […]

Final Image

Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majapahit, dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojokerto adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan di daerah ini, dapat digali dari […]

Final Image

Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai sejarah batik atau asal usul darimana asalnya batik. Berawal dari pewarnaan kain sekitar 1500 tahun yang lalu di Mesir dan Timur Tengah. Kemudian juga ditemukan di Turki, India, Cina, Jepang dan Afrika Barat. Dari Bangsa-bangsa tersebut tidak ada yang mengembangkan seni pewarnaan pada kain dengan bentuk rumit dan […]

Final Image

Perkembangan Batik Di Jakarta bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lainnya yaitu kira-kira akhir abad ke-XIX. Pembatikan ini dibawa oleh pendatang-pendatang dari Jawa Tengah dan mereka bertempat tinggal kebanyakan didaerah-daerah pembatikan. Daerah pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar didekat Tanah Abang yaitu: Karet, Bendungan Ilir dan Udik, Kebayoran Lama, dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet. Jakarta sejak […]



© Copyright 2012 BatikBesurek.Com